BOLEH ATAU TIDAK Menurut Islam?? Jika Suami Mencabut Itunya dan Mengeluarkannya Diluar Saat Berhubungan dengan Istri

BOLEH ATAU TIDAK Menurut Islam?? Jika Suami Mencabut Itunya dan Mengeluarkannya Diluar Saat Berhubungan dengan Istri
Hasil gambar untuk suami keluar diluar saat berhubungan dalam islam"


Bahkan jika perlu, cairan sperma tersebut diusahakan supaya benar-benar masuk ke rahim istrinya.

Syaikh Umar bin Abdul Wahab al-Husaini berkata, " Untuk orang yang bersetubuh dengan istrinya yang masihlah perawan, seharusnya ia tak mencabut alat kelaminnya dari lubang vaina istrinya (sebelumnya sistem persetubuhan itu betul-betul usai), jangan seperti rutinitas yang dilakukan oleh beberapa orang bodoh. "

Sementara Imam Malik berpendapat seorang suami yang mencabut kemaluannya waktu menggauli istrinya dihukumi makruh.

Info mencabut alat kelamin suami saat bersetubuh dengan istrinya itu ada dalam kitab al-Syamil, kalau seorang suami yang lakukan hubungan seual dengan istrinya dari perempuan yang bukanlah hamba sahaya, jadi ia tak bisa mencabut alat kelaminnya dari lubang vaina istrinya tersebut, terkecuali istrinya member izin.

Demikian pula jika istrinya yaitu seseorang hamba sahaya, suami juga tak bisa mencabut alat kelaminnya terkecuali minta izin pada yang mempunyai hamba sahaya itu, atau -menurut salah satu pendapat- izin hamba sahaya tersebut. Tidak sama dengan hamba sahaya punya pribadi.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA >>>

Halaman
1 2 3
X