Kampung yang Ada di Yogyakarta Ini Bikin Geger Gara-Gara Diduga Punya Tradisi Bertukar Istri

Kampung yang Ada di Yogyakarta Ini Bikin Geger Gara-Gara Diduga Punya Tradisi Bertukar Istri

Ada adat bertukar istri dengan orang lain

Rupanya, hal yang menjadi sorotan adalah sebuah kebudayaan aneh yang dilakukan oleh penduduk yang ada di sana. Nampaknya, orang-orang kampung Congklang ini memiliki kebiasaan untuk bertukar istri atau pasangan dengan orang lain. Entah itu dengan tetangga ataupun para tamu, kegiatan seperti itu sepertinya sudah dari dulu dilakukan.
praktik tukar istri [image source]
Setelah mendapatkan info tersebut, segera intel yang ditugaskan di sana melaporkan hal itu pada satpol PP dan pihak kepolisian. Akhirnya, pihak berwajib melakukan sebuah penyelidikan mengenai kebenaran dari berita itu. Sampai saat ini masih belum diketahui hasil dari penyelidikannya. Jika benar, maka warga kampung akan dibina agar tidak lagi melakukannya.

Selain itu kampung Congklang juga tertutup

Sepertinya ada sebuah keanehan yang membedakan kampung ini dengan yang lainnya. Ya, kampung yang satu ini sangat menolak adanya budaya yang tidak sepaham dengan mereka, meskipun itu merupakan adat asli Jawa. Bahkan Sri Sultan Hamengkubowono X mengatakan bahwa hanya kampung Congklang yang menolak pagelaran wayang kulit.
Pagelaran Wayang [image source]
Hal ini pastinya menjadi pertanyaan besar bagaimana mungkin budaya jawa asli malah ditolak di sana. Sikap ketertutupan kampung Congklang ini akhirnya menjadi perhatian oleh para pemerhati budaya. Disinyalir, masih kuatnya paham radikal yang ada di kampung itulah yang membuat penolakan atas adat asli itu terjadi.

Jadi perhatian lebih oleh pihak berwajib

Nampaknya berita mengenai pertukaran istri yang ada di salah kampung di Yogyakarta ini sudah beredar di masyarakat. Oleh sebab itu bakal ada pengawasan serta penyelidikan ketat pada para penduduk yang ada di kampung yang satu ini. Jika memang terbukti adanya kegiatan semacam itu, para penduduk yang berpaham radikal itu pastinya akan dibina kembali, bahkan jika perlu akan ditangkap.
Diawasi ketat [image source}
Keresahan serupa rupanya juga dirasakan oleh GBPH Yudaningrat selaku Kasatpol PP DIY, ditakutkannya jika paham seperti itu terus ada, maka gesekan antara warga bisa saja terjadi, sehingga mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, pihak berwajib meminta bantuan warga sekitar daerah itu jika ada hal yang ganjil.
Tidak ada yang menyangka ternyata tradisi mirip suku di luar negeri itu ada di Indonesia. Namun melihat budaya orang Indonesia, hal itu merupakan sesuatu yang tabu. Jikalau memang terbukti, semoga semoga deh ada pembinaan ke jalan yang benar.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA >>>

Halaman
1 2 3
X