Jarang Dibelai, Janda Bertebaran di Jalan, Izin Pakai Celana Saat Ditangkap

Jarang Dibelai, Janda Bertebaran di Jalan, Izin Pakai Celana Saat Ditangkap


Malu dengan pakaiannya yang minim, SA memohon agar diizinkan mengenakan celana panjang sebelum digelandang ke mobil aparat. Rupanya, dia membawa pakaian ganti dari tas jinjingnya. Pemasangan celana itu tak ayal mengundang tawa petugas.
Bersama terduga PSK lainnya, perempuan 55 tahun itu kemudian dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Banjarmasin di Jalan Gubernur Subarjo. Meski dengan nada ketus, dia bersedia menjawab beberapa pertanyaan wartawan.
Malam itu, SA rupanya baru saja keluar dari rumahnya di Jalan Pekapuran B. Di depan Tugu Adipura, dia bertemu seorang lelaki.
Siapakah dia, SA mengaku sudah lupa nama pria hidung belang itu. “Cuma sempat ngobrol sebentar lalu diajak makan. Setelah makan mau diajak ngapain, tidak tahu lah,” imbuhnya.
Dikejar petugas, SA sempat meminta lelaki itu memboncengnya. Tapi calon klien itu lebih memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri. SA kecewa berat. “Saya menangis karena ketakutan dikejar petugas,” ujarnya lirih.
Mengapa harus mangkal di jalan? SA sebenarnya memiliki dua anak dari pernikahan sebelumnya. Keduanya kini tinggal di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. Hubungan keluarga ini tampaknya tidak harmonis.
“Kedua anak saya tinggal jauh. Saya cuma seorang janda. Ditinggal sendirian di rumah. Stress kalau seharian cuma tiduran di rumah saja. Di jalan saya hanya sedang mencari hiburan,” bebernya.
Cerita serupa juga diutarakan IM, 44 tahun, yang terjaring di lokasi berbeda. Persisnya di kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin.
IM bahkan lebih blak-blakan. “Berapa tarif saya? Murah-meriah! Dibayar Rp20 ribu pun mau. Saya juga pernah diajak ‘main’ di pos satpam. Enggak harus menginap ke losmen,” tukasnya.
IM mengaku tak setiap malam mangkal di jalan. Terkadang dia merasa letih. Keluyuran di jalan cuma untuk mencari makan dan nongkrong di warung.

“Kalau sedang koler (malas), satu malam paling banyak dapat Rp40 ribu. Kalau sedang rajin bisa dapat Rp100 ribu,” ujarnya.
Ketika dicegat Satpol PP, IM tak berdiam diri. Dia juga sempat berlari sekencang-kencangnya.
Ia mengaku terpaksa keluyuran di jalan karena jarang dibelai setelah lama menjanda. Ia menjadi PSK untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA >>>

Halaman
1 2 3
X