13 Kali Menjanda, Nenek 56 Tahun Akhirnya Dinikahi Brondong

13 Kali Menjanda, Nenek 56 Tahun Akhirnya Dinikahi Brondong
Cinta yang tak mengenal usia itu menjadi buah bibir masyarakat di kampung halaman keduanya.
Warga pun berbondong-bondong datang untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Mereka turut berfoto bersama pasangan beda usia tersebut.
Kepada Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group/pojoksatu.id), Mantili menceritakan, benih-benih cinta mereka berawal saat keduanya bertemu sekitar seminggu lalu.
Pertemuan tersebut terjadi di Pasar Keramat, Desa Bayanan, Kecamatan Daha Selatan. Saat itu, Mantilii sedang mengantar ayam pesanan pelanggannya.
Sehari-hari nenek empat cucu tersebut berjualan ayam di kawasan Pasar Nagara, tak jauh dari Pasar Keramat.
Ketika mengantarkan ayam itu, dia tidak sengaja bertemu dengan Wawan yang merupakan seorang buruh.
“Pertemuan pertama biasa saja. Hanya dalam hati berkata bungasnya (gagah) laki-laki itu,” ujarnya.
Setelah pertemuan pertama, mereka bersua lagi. Pada pertemuan kedua, Wawan memberanikan diri mengajak Mantili berfoto bersama.
“Setelah perkenalan itu, Wawan memba­wai (mengajak) kawin. Tapi, tak langsung diiyakan,” terang Mantili.
Namun, hanya dalam waktu tak sampai lima hari, hati Mantili luluh. Nenek yang menjanda sejak tahun 2010 akhirnya mau menerima ajakan Wawan untuk menikah.
“Ini pernikahan yang ke-14 bagi saya. Sedangkan bagi suami saya yang kedua. Semoga pernikahan ini menjadi yang terakhir,” imbuh nenek yang pernah menjanda 13 kali tersebut.
Mantili sangat senang akhirnya bisa menikah lagi. Sebab, selama ini dia merasa kesepian. Seorang anak dari pernikahan sebelumnya dan empat cucunya tinggal jauh darinya. Mereka tinggal di wilayah Kalteng.
Saat ditanya, apakah ingin memiliki anak dari pernikahannya dengan Wawan? Mantili hanya minta didoakan yang terbaik. “Kalau diberi anak, ya disyukuri,” ucapnya.

(al/bin/jpg/c6/fim/pojoksatu)

BACA HALAMAN SELANJUTNYA >>>

Halaman
1 2 3
X